Sabtu, 31 Agustus 2013

[Kesehatan] Manfaat Buah Manggis



BUAH manggis atau Garcinia Mangostana – Manggosteen ternyata kaya akan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

Selama ini Manggis, terutama pada bagian kulitnya mengandung antioksidan yang dipercaya memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu xanthones.

Antioksidan jenis xanthones ini, menurut peneliti dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Farmasi, Mahidol University Thailand, Moongkardi P sebenarnya terdapat secara alami dalam tanaman hutan hujan tropis, tetapi kabarnya tidak ada satu pun yang dapat menyamai tingginya kandungan xanthones dalam ekstrak kulit buah manggis.

"Dari hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak kulit buah dari manggis memiliki efek kuat dalam mencegah penyebaran sel kanker, antioksidan yang potensial, dan induksi apoptosis atau kematian sel kanker secara alami. Hal ini mengindikasikan bahwa zat tersebut memiliki beragam khasiat dan sangat berpotensi dalam pencegahan kanker," papar Moongkardi.

Pernyataan senada disampaikan peneliti biologi dari Gifu International Institute of Biotechnology Jepang, Matsumoto K.

Menurut Matsumoto, Garcinia mangostana, dapat menghambat pertumbuhan sel penyakit leukemia jenis Hl60.

Antioksidan yang ada pada buah manggis ini pula menurut penelitian Matsumoto jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan antioksidan pada rambutan dan durian.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Free Radical Research dan Journal of Pharmacology, xanthones dipercaya memiliki manfaat kesehatan terutama bagi kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi penyakit jantung, arteriosklerosis yakni Penyakit khas yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas dinding pembuluh darah arteri.

Selain itu xanothes juga bisa menyembuhkan hipertensi dan trombosis yakni terbentuknya trombus dari pembuluh darah yang menyumbat aliran darah sistem sirkulasi.

"Aktivitas xanthones memberikan efek yang memperlebar pembuluh darah dan memperlancar aliran darah.

Selain itu manggis juga kaya akan kalium, mineral yang berperan penting dalam metabolisme energi dan kesehatan jantung," papar Matsumoto dalam hasil penelitiannya.

Dalam berbagai penelitian anti oksidan jenis xanthones ini ternyata tidak ditemui pada buah-buahan lainnya kecuali pada buah manggis.

Hasil penelitian di Tokyo pada tahun 2003 menunjukkan xanthones memiliki efek antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi dan gangguan pencernaan.

Selain itu, manggis juga bermanfaat sebagai anti tumor, kanker, anti-aging, mengobati hipertensi, immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antiobesitas, antivirus, antibiotik, dan antijamur.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat luar biasa kulit buah manggis ternyata tidaklah sulit.

Kulit buah manggis yang telah dikeringkan, dimasak dengan 500 ml air. Panaskan hingga air menyusut menjadi 300 ml. Bisa disajikan hangat maupun dingin.

Seiring dengan kemajuan zaman, manggis sudah banyak dibuat dalam bentuk ekstrak yang sudah dikemas dalam sediaan kapsul sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi. (dikutip dari metrotvnews.com)

[Teknologi] Lima Pengaruh Buruk Ponsel Terhadap Kecantikan


Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan teknologi nirkabel Qualcomm, setidaknya 29 persen orang mengakui bahwa ponsel mereka adalah benda pertama dan terakhir yang mereka lihat setiap harinya.

Mulai dari mengirim pesan teks, memotret, hingga memeriksa saldo rekening bank, sepertinya tidak ada yang tidak bisa dilakukan melalui ponsel. Namun, ternyata ada sisi negatif yang baru ditemukan akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Yakni, membuat wajah Anda menjadi kurang menarik. Apa sajakah efek negatif ponsel terhadap kecantikan wajah?

1. Lingkaran hitam
Dalam sebuah studi yang didanai oleh beberapa produsen ponsel terbesar di dunia, para peneliti di AS dan Swedia menemukan bahwa pancaran radiasi dari perangkat mobile menyebabkan sakit kepala dan mengganggu pola tidur. Studi lain di Swedia menemukan bahwa seperempat orang muda mengalami gangguan pola tidur, stres, dan depresi karena tidak bisa jauh dari ponsel mereka. Maka itu, salah satu efek utama dari kurang tidur pastinya akan langsung muncul di wajah Anda berupa lingkaran hitam di bawah mata.

Kini, memang sudah banyak prosuk yang mengklaim mampu menyamarkan garis hitam tersebut. namun, ada baiknya Anda matikan saja ponsel sebelum tidur atau taruh di ruangan lain.

2. Kerutan di wajah
Jika ukuran huruf di ponsel terlampau kecil, mata Anda tentu akan mengernyit. Nah, kebiasaan itulah yang akan menimbulkan kerutan pada mata. Saat mata kita mengernyit, oto wajah akan berubah dan menyebabkan kulit wajah menjadi lebih kendur.

3. Kulit kusam
Studi terbaru menunjukkan bahwa ponsel membawa 18 kali mengandung lebih banyak bakteri berbahaya termasuk Staph, E. coli dan salmonella jika dibandingkan pegangan pada toilet umum. Ponsel Anda akan sering menempel ke wajah beberapa kali sehari sehingga mudah bagi bakteri untuk melompay ke kulit Anda. Inilah yang nantinya menyebabkan jerawat dan infeksi.

4. Rahang kendur
Terus-menerus melihat ke bawah layar ponsel untuk memeriksa e-mail, mengirim pesan teks, atau bermain gim dapat menyebabkan kulit leher menjadi kendur. Anda dapat menghindarinya dengan membiasakan memegang ponsel tegak lurus dengan mata Anda. Jika masih sulit untuk membiasakannya, cobalah perangkat hands-free.

5. Mata merah
Menatap layar ponsel Anda selama berjam-jam dapat menyebabkan mata tidak hanya mengering, tetapi juga menjadi sangat merah. Ini tentu akan mengurangi kecantikan. Mata merah disebabkan pembuluh darah bengkak atau melebar pada sclera. Ini dapat dihindari dengan mengambil jeda melihat layar ponsel Anda. (dikutip dari metrotvnews.com)

[Kesehatan] Daun Wungu Dapat Obati Diabetes

Tim mahasiswa peneliti dari Institut Pertanian Bogor menemukan bahwa daun wungu (Graptophylum pictum L. Griff) tidak hanya bermanfaat untuk mengobati ambeien tapi juga mampu menjadi obat penurun kadar gula darah atau antidiabetes. Daun Wungu memiliki komponen fitokimia sama dengan daun sirih merah yang bisa menjadi obat diabetes.

Itu dikatakan Aziz Nuraditya, anggota tim peneliti mahasiswa diploma Program Keahlian Analisis Kimia, di Bogor, Kamis (15/8). Daun wungu biasa digunakan masyarakat di Kabupaten Indramayu sebagai obat ambeien, seperti halnya juga daun sirih merah.

Daun Wungu berasal dari Papua dan Polinesia itu merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pinggir-pinggir jalan, kebun kosong, pagar, atau
ditanam sebagai tanaman hias pekarangan. Dilihat dari silsilah daun Wungu termasuk dalam famili Acanthaceae yang secara signifikan memiliki kemampuan memperbaiki toleransi glukosa dalam tubuh manusia dan pasien diabetes.

Dijelaskan Aziz, dalam tubuh manusia enzim a-glukosidase membantu memecah rantai polisakarida pada ikatan a(1-6) di setiap titik percabangan yang tidak dapat dipecahkan oleh enzim amilase. "Aktivitas enzim ini menghasilkan polimer a(1-4) tak bercabang dan satu glukosa," ujarnya.

Senyawa itu, lanjut Aziz, memperlambat pencernaan pati dalam usus halus, sehingga glukosa dari pati dan makanan memasuki aliran darah lebih lambat dan dapat disesuaikan lebih efektif oleh suatu gangguan respons atau sensitivitas insulin. "Bila kerja enzim itu dihambat, proses konversi karbohidrat menjadi glukosa bisa ditekan," tuturnya. (dikutip dari metrotvnews.com)

[Kesehatan] Brokoli Kurangi Gangguan Sendi



Peneliti di Inggris percaya bahwa mengonsumsi brokoli dapat mencegah dan memperlambat terjadinya osteoarthritis atau penyakit pada persendian.

Osteoarthritis merupakan penipisan tulang rawan sendi, dan termasuk kelompok penyakit degeneratif yang banyak diderita orang lanjut usia.

Tim dari University of East Anglia telah melakukan penelitian tentang hal ini dengan mulai dengan melakukan sejumlah percobaan terhadap manusia setelah penelitian di laboratorium, mereka berhasil menunjukan keterkaitan hal itu.

Uji coba pada sel dan tikus menunjukan bahwa brokoli mampu menghalangi enzim penghancur yang merusak fungsi tulang rawan.

Tim tersebut juga melakukan survei terhadap sekitar 20 pasien yang setiap hari mengkonsumsi brokoli khusus.

Brokoli yang diberikan kepada pasien-pasien itu merupakan brokoli khusus yang kaya nutrisi dan merupakan hasil persilangan antara brokoli standar dan brokoli liar dari Sisilia.

Para peneliti mengatakan brokoli yang dikonsumi ini mengandung glucoraphanin dan tubuh kemudian akan mengubahnya menjadi sulforaphane, yang bermanfaat untuk melindungi sendi.

Para relawan yang ikut dalam percobaan ini telah menjalani diet selama dua minggu sebelum kemudian menjalani bedah untuk memperbaiki gangguan pada lutut mereka.

Dr Rose Davidson dan timnya kemudian akan melihat pada jaringan yang diambil dari relawan tadi untuk mengetahui ada tidaknya dampak setelah mengkonsumsi brokoli.

"Kami meminta pasien untuk memakan 100 gram brokoli setiap hari dalam dua minggu. Itu porsi yang normal dan itu merupakan jumlah dimana kebanyakan orang akan senang mengkonsumsinya setiap hari," kata Davidson

Meski waktu dua minggu dirasa belum cukup untuk menunjukan adanya perubahan besar, namun Dr Davidson berharap itu sudah cukup untuk menunjukan bukti bahwa konsumsi 'super' brokoli bisa menguntungkan manusia.

"Saya tidak bisa membayangkan brokoli akan memperbaiki kerusakan akibat arthritis...namun sayuran itu bisa berfungsi untuk mencegahnya."

Timnya akan mencari bukti bahwa sulforaphane telah menyebar ke sendi yang membutuhkan dan kemudian terjadi perubahan yang bermanfaat pada tingkat sel.

Temuan tim Dr Davidson memang menjadi harapan bagi penderita penyakit persendian.

"Sampai sekarang peneilitian yang telah dilakukan masih gagal menunjukan makanan atau diet mempunyai peran dalam mengurangi perkembangan osteoarthritis, jadi jika temuannya bisa diterapkan pada manusia, maka ini akan menjadi sebuah terobosan," kata Alan Silman dari Pusat Kajian Arthritis Inggris.

Brokoli khusus yang digunakan dalam penelitian kali ini dikenal sebagai Beneforte dan dikembangkan lewat dana publik oleh Intitut Penelitian Makanan Inggris dan the John Innes Centre.

Lebih dari 8,5 juta orang di Inggris mengalami osteoarthritis, penyakit degeneratif yang menyebabkan gangguan pada sebagian tangan, kaki, paha, lutut, dan tulang belakang. (dikutip dari metrotvnews.com)

Sabtu, 24 Agustus 2013