Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

[Tips] Tips Agar Baterai Android Lebih Awet

Keawetan baterai menjadi isu penting dalam penggunaan smartphone, termasuk Android. Smartphone canggih menjadi kurang mantap jika baterainya cepat habis.

Dengan kapasitas yang bertambah besar, baterai di sebagian besar ponsel Android sekarang memang lebih awet dibanding generasi terdahulu. Namun ada beberapa cara untuk lebih memaksimalkannya.

Sebagian tips untuk menambah performa baterai berikut ini mungkin sebagian sudah diketahui. Namun tidak ada salahnya untuk menyimaknya lagi, seperti dikutip detikINET dari Zdnet.

1. Jaga suhu ponsel tetap dingin
Jika ponsel terkena suhu panas, ada kemungkinan baterai melemah daya tahannya dan juga lebih cepat rusak. 

Karenanya, jangan biarkan ponsel terpapar suhu panas berlebihan atau terkena sinar matahari secara langsung. Baterai akan lebih awet jika ponsel digunakan dalam suhu kamar. 

Jika berada di luar ruangan, lebih baik jika ponsel ditaruh saja di dalam tas dan jangan terlalu banyak dikeluarkan.

2. Turunkan brightness layar dan screen timeout
Tips ini tampaknya sudah sering disampaikan, namun tetap perlu ditegaskan lagi. Layar memang komponen utama yang paling banyak menghabiskan daya tahan baterai.

Karenanya, penting untuk menurunkan tingkat brigthness atau kecerahan layar. Perlakuan ini dipastikan akan menambah daya tahan baterai.

Tentunya penurunan tingkat brigthness tidak perlu dilakukan sampai total seluruhnya. Turunkan sampai tingkat di mana mata masih dapat melihat layar dengan nyaman.

Selain tingkat brigthness, setting screen time out juga perlu diperhatikan. Setting ini mengatur berapa lama layar akan menyala jika tidak lagi disentuh.

Ada baiknya untuk mempersingkat waktu screen timeout. Sehingga layar akan segera mati jika tidak dipakai dan memperpanjang umur baterai.

3. Gunakan power saving mode dan matikan vibrasi
Sebagian ponsel Android punya power saving mode yang bisa diakses dalam setting. Sesuai namanya, power saving mode ditujukan untuk menghemat penggunaan baterai.

Jika power saving mode diaktifkan, ia akan melakukan beberapa teknik untuk menghemat baterai. Misalnya mematikan koneksi seperti Wi Fi atau Bluetooth, dan menurunkan kecerahan layar.

Power saving mode memiliki pengaruh cukup signifikan dalam performa ponsel. Jadi disarankan agar mengaktifkannya saat baterai terindikasi mulai melemah.

Mengaktirkan mode getaran atau vibrasi untuk mengingatkan panggilan atau notifikasi lain juga cukup haus baterai. Jika tidak diperlukan, sebaiknya mode vibrasi tidak dipergunakan.

4. Matikan koneksi yang tidak perlu
Ponsel Android biasanya penuh dengan konektivitas. Termasuk Wi Fi, Bluetooth ataupun GPS. Ketiganya menurunkan daya tahan baterai yang tidak sedikit.

Maka jika tidak digunakan, ada baiknya ketiga fitur tersebut dimatikan saja. Misalnya Bluetooth digunakan hanya saat akan mentransfer data atau memakai bluetooth headset.

Dan GPS hanya perlu diaktifkan jika akan mencari arah. Dan Wi Fi hanya dinyalakan jika sudah berada di tempat yang dipastikan punya sinyal Wi Fi.

5. Perhatikan penggunaan flash dan wallpaper
Penggunaan flash di kamera memakan daya tahan baterai cukup besar. Karenanya, jangan terlalu keasyikan memakainya untuk memperpanjang daya baterai.

Demikian juga wallpaper animasi. Memang memakai wallpaper animasi terasa lebih keren dan lebih menarik dibandingkan wallpaper statis.

Namun wallpaper bergerak mengahbiskan baterai lebih cepat ketimbang wallpaper statis. Gunakan hanya saat dibutuhkan, untuk kasus ini mungkin hanya pada saat ingin dipamerkan ke teman.

6. Stop mencari sinyal
Ada kalanya pengguna smartphone berada di area yang susah sinyal. Dalam keadaan ini, ponsel tetap akan secara aktif mencari sinyal.

Proses pencarian sinyal tersebut memakan daya tahan baterai yang tidak sedikit. Sehingga jika tidak benar-benar dibutuhkan, ponsel dimatikan saja atau dipindah ke flight mode sehingga proses pencarian sinyal dihentikan.

(dikutip dari detikinet)

Sabtu, 31 Agustus 2013

[Teknologi] Lima Pengaruh Buruk Ponsel Terhadap Kecantikan


Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan teknologi nirkabel Qualcomm, setidaknya 29 persen orang mengakui bahwa ponsel mereka adalah benda pertama dan terakhir yang mereka lihat setiap harinya.

Mulai dari mengirim pesan teks, memotret, hingga memeriksa saldo rekening bank, sepertinya tidak ada yang tidak bisa dilakukan melalui ponsel. Namun, ternyata ada sisi negatif yang baru ditemukan akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Yakni, membuat wajah Anda menjadi kurang menarik. Apa sajakah efek negatif ponsel terhadap kecantikan wajah?

1. Lingkaran hitam
Dalam sebuah studi yang didanai oleh beberapa produsen ponsel terbesar di dunia, para peneliti di AS dan Swedia menemukan bahwa pancaran radiasi dari perangkat mobile menyebabkan sakit kepala dan mengganggu pola tidur. Studi lain di Swedia menemukan bahwa seperempat orang muda mengalami gangguan pola tidur, stres, dan depresi karena tidak bisa jauh dari ponsel mereka. Maka itu, salah satu efek utama dari kurang tidur pastinya akan langsung muncul di wajah Anda berupa lingkaran hitam di bawah mata.

Kini, memang sudah banyak prosuk yang mengklaim mampu menyamarkan garis hitam tersebut. namun, ada baiknya Anda matikan saja ponsel sebelum tidur atau taruh di ruangan lain.

2. Kerutan di wajah
Jika ukuran huruf di ponsel terlampau kecil, mata Anda tentu akan mengernyit. Nah, kebiasaan itulah yang akan menimbulkan kerutan pada mata. Saat mata kita mengernyit, oto wajah akan berubah dan menyebabkan kulit wajah menjadi lebih kendur.

3. Kulit kusam
Studi terbaru menunjukkan bahwa ponsel membawa 18 kali mengandung lebih banyak bakteri berbahaya termasuk Staph, E. coli dan salmonella jika dibandingkan pegangan pada toilet umum. Ponsel Anda akan sering menempel ke wajah beberapa kali sehari sehingga mudah bagi bakteri untuk melompay ke kulit Anda. Inilah yang nantinya menyebabkan jerawat dan infeksi.

4. Rahang kendur
Terus-menerus melihat ke bawah layar ponsel untuk memeriksa e-mail, mengirim pesan teks, atau bermain gim dapat menyebabkan kulit leher menjadi kendur. Anda dapat menghindarinya dengan membiasakan memegang ponsel tegak lurus dengan mata Anda. Jika masih sulit untuk membiasakannya, cobalah perangkat hands-free.

5. Mata merah
Menatap layar ponsel Anda selama berjam-jam dapat menyebabkan mata tidak hanya mengering, tetapi juga menjadi sangat merah. Ini tentu akan mengurangi kecantikan. Mata merah disebabkan pembuluh darah bengkak atau melebar pada sclera. Ini dapat dihindari dengan mengambil jeda melihat layar ponsel Anda. (dikutip dari metrotvnews.com)